Banyak orang ngerasa tertipu karena membeli iPhone “baru” dalam box tapi baterainya boros, tombol Home tidak responsif, layarnya ngeflug atau menguning atau “Peyang” kata bang YKVIR pas live di akun instagram idevice.id semalem 😀 . Hmmm, Masalah ini kerap muncul karena mereka membeli iPhone Rekondisi.

Apa itu iPhone Rekondisi?

Jadi, iPhone rekondisi itu adalah device yang sudah rusak, soak, yang udah ditarik oleh Apple tapi diberikan baterai dan lcd baru, serta dipacking ulang dengan iming-iming kamu mau gak jadi istri aku garansi. Yahh, pokok intinya, itu device asli, masih bisa diinstall OS Apple, bisa install Aplikasi dari Appstore tapi kualitasnya patut dipertanyakan.

Nah, kira-kira gimana si tipsnya agar kita gak terkecoh dengan device rekondisi seperti itu?

1. Quality Control
Langkah sederhana sudah jelas kita melihat tampilannya secara langsung. Baik dari kemasan, unit, hingga aksesoris seperti lightning cable, earphone dan port USB bawaan. Dari sini pasti sudah jelas, beberapa komponen aksesoris pasti sudah diganti dengan yang biasa-biasa saja (re:KaWe)

2. Cari Tahu Kapan iPhone itu Rilis
Tips selanjutnya untuk mengetahui iPhone rekondisi ialah mencari tahu kapan iPhone tersebut dirilis. Biasanya Apple ketika merilis produk baru, maka produk lama kana disudahi (discontinue) pada tahun berikutnya, maksimal 2 tahun.

Seperti iPhone 5S. device ini dirilis pada September 2013, dan sudah di discontinue pada Maret 2016. Jadi, masih wajarkah orang yang menjual iPhone 5S baru di tahun 2017? sebelum kalian membelinya, kalian patut curiga dengan barang tersebut. 😀 Be Smart Buyer!

3. Lihat Status dan Masa Garansi
Langkah selanjutnya yang harus kalian lakukan setelah membeli iPhone ialah melakukan cek garansi. Dibandingkan smartphone lainnya, disetiap iPhone akan terdaftar disitus Apple dan bisa kalian cek sendiri secara langsung dan mudah. Untuk bisa mengetahui kondisi iPhone baru atau tidak, coba kalian kunjungi situs Garansi Resmi Apple di sini.

Selanjutnya kalian tinggal memasukkan nomor seri iPhone tersebut yang tertera pada box atau di iPhone kalian, caranya ke Settings > General > About. Selanjutnya kalian dapat melihat apakah iPhone tersebut sudah pernah di aktifkan maupun tanggal masa garansi berakhir.

4. Cek IMEI dan Serial Number iPhone
Seperti yang sudah gue sebutin di awal, iPhone rekondisi menggunakan berbagai komponen iPhone yang sudah rusak dan dihancurkan Apple. Maka bisa dipastikan IMEI dan serial numbernya sudah dihapus oleh Apple yang terkenal ketat dengan keamanannya.

Nah untuk membuktikan bahwa perangkat yang kalian curigai masuk di dalamnya, ada 2 cara yang dapat dilakukan:

  • Pertama, cek serial number di situs selfslove.apple, masukkan angka SN ke kolom yang tersedia lalu tekan tombol search.
  • Kedua, kalian bisa cek IMEI dari device kalian diberbagai situs cek IMEI. Gue biasanya menggunakan iphoneimei.info.

Nah, akhir kata buat kalian yang akan membeli iPhone, untuk selalu berhati-hati. Jangan sampai nyesel karena tergiur harga yang lebih murah dan berakhir dengan device rekondisi. Gak mau kan ? 🙂

*Pesan Moral : Boleh Gaya, tapi jangan Murahan Wkwkwk.

Sekian, dan Terima Kecup :-*